Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ABCD Posko 4 dari STAI Cendekia Insani, yang berlokasi di Desa Kumbangsari, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, telah meluncurkan sebuah inisiatif unik dan berdampak. Program ini, yang berlangsung dari 23 November 2023 hingga 23 Januari 2024, di bawah bimbingan Bapak Miftahul Arifin, M.Pd., menampilkan program unggulan yang diberi nama “Sinta (Sinom Cinta)”. Program ini terinspirasi dari melimpahnya sumber daya alam berupa pohon asam di Desa Kumbangsari.

Peserta KKN yang dikomandoi oleh mahasiswi Robiatul Adawiyah selaku ketua coordinator KKN desa berkolaborasi dengan PKK Kumbangsari menghasilkan pelatihan bagi ibu-ibu PKK dalam pembuatan sinom, sebuah minuman tradisional, diikuti oleh lomba pembuatan sinom. Kegiatan ini bertujuan untuk tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Hasil dari program ini sangat menggembirakan, dengan penutupan penjualan sebanyak 265 botol dari tujuh kali produksi. Keberhasilan ini menandakan potensi besar Sinta sebagai minuman khas desa yang dapat membawa dampak ekonomi positif. Harapan ke depannya adalah agar program ini dapat berkelanjutan dan menjadi pendorong utama dalam peningkatan ekonomi masyarakat Desa Kumbangsari.

Program Sinta ini telah melampaui ekspektasi awal dan menunjukkan potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal. Selain memberikan peluang ekonomi, program ini juga berperan dalam menguatkan jaringan sosial antara anggota komunitas. Kesuksesan ini menjadi bukti bagaimana inisiatif yang berbasis pada sumber daya lokal dan kerjasama komunitas dapat menciptakan dampak yang berarti. Dengan semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan, tim KKN Posko 4 STAI Cendekia Insani dan masyarakat Desa Kumbangsari berharap agar Sinta terus berkembang dan menjadi bagian integral dari identitas serta kemajuan ekonomi desa.

Inisiatif Sinta juga membuka jalan untuk pengembangan keterampilan baru dan peningkatan kemandirian ekonomi di kalangan perempuan di Desa Kumbangsari. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan pengetahuan dalam pembuatan minuman tradisional, tetapi juga belajar tentang pemasaran dan manajemen usaha kecil. Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, tetapi juga memberdayakan perempuan di desa tersebut, menciptakan lingkaran positif yang memperkuat komunitas dari dalam.

*Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan