You are currently viewing Nilai-Nilai Kepesantrenan Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani Situbondo

Nilai-Nilai Kepesantrenan Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani Situbondo

Oleh: Ahmad Saiful Abrori.M.Kom.I

Pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin, sebagai lembaga tarbiyah, sebagai lembaga sosial, sebagai gerakan kebudayaan dan bahkan sebagai kekuatan politik –meskipun sampai sekarang masih disebut lembaga tradisional-mempunyai ciri dan watak yang berbeda dengan lembaga-lembaga lainnya termasuk perguruan tinggi.

Maka penting kemudian adanya nilai-nilai kepesantrenan dalam perguruan  tinggi., nilai-nilai kepesantrenan penting untuk ditanamkan dalam bentuk sebuah lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi. Seiring berkembangnya STAI cendekia insani situbondo yang ada dibawah naungan Pondok Pesantrent Nurul Huda, mengimplementasikan nilai-nilai kepesantrent pada STAI cendekia insani situbondo yang mempunyai visi sekolah tinggi agama islam yang menekankan kajian keislaman, dan kebangsaan menuju terbentuknya insan intelektual yang berkepribadian muslim sejati.

Menjadikan  kajian-kajian ilmiah tentang kepesantrenan di STAI cendekia insani situbondo akan membawa kepada karakter mahasiswa dengan karakter berbasis pesantrent. yang lebih terpenting dalam nilai-nilai ini adalah terkait erat dengan kepemilikan dan implementasi ilmu pengetahuan yang akan melahirkan “Budi Adalah Tahu” yakni budi pekerti yang berpengetahuan. Berkembangnya peradaban tergantung pada sejauh mana kepekaan masyarakat pada ilmu pengetahuan dan cara berfikirnya. Setiap kemajuan besar dalam peradaban materi diawali oleh kemajuan dalam pengetahuan; dan bila suatu perubahan social besar tertentu muncul, maka pasti telah ada perubahan perubahan besar sebelumnya dalam cara berfikir masyarakat.

Dengan demikian nilai-nilai kepesantrenan di STAI cendekia insani situbondo diharapkan  mampu menjadi landasan dasar untuk  mengembangkan perguruan tinggi yang lebih berpengetahuan dan bermoral. Jika hal tersebut terjadi, maka tidak akan ada lagi produk-produk perguruan tinggi yang hanya sebatas citraan mental, yang bersandar pada nama besar institusinya tanpa diimbangi pengetahuan dan moralitas yang mencukupi.  

Tinggalkan Balasan