KKN ABCD tahun akademik 2023-2024 STAI Cendekia Insani Situbondo tersebar menjadi 5 posko, salah satunya adalah posko 3 di desa Sliwung Situbondo. Posko 3 ini dibawah dosen pembimbing lapangan, Bapak Saiful Bahri, M.Pd.I. di bawah bimbingan dan arahannya memiliki 2 program unggulan, yakni program Ecobrick dan program kewirausahaan kripik papaya.

Dengan inisiatif yang berdampak besar pada lingkungan dan ekonomi desa, telah berhasil mengimplementasikan dua program inovatif. Program Ecobrick, yang diadakan pada 13 Januari 2024, bertujuan untuk mendidik pelajar di MI Darun Naja tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik. Ini bukan hanya upaya pengurangan dampak lingkungan, tetapi juga upaya edukasi terhadap generasi muda tentang keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, program Kewirausahaan Kripik Pepaya, yang dilaksanakan dalam dua tahap, tidak hanya membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu di Desa Sliwung, tetapi juga mengajarkan keterampilan penting seperti pemasaran dan pengemasan produk. Program ini telah mendemonstrasikan bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat dicapai melalui kegiatan kreatif dan inovatif, memberikan model bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Dengan program Ecobrick, Desa Sliwung bertransformasi menjadi sebuah model bagi desa-desa lain dalam pengelolaan sampah plastik. Pelajar yang terlibat dalam program ini tidak hanya belajar tentang pentingnya daur ulang, tetapi juga menjadi duta lingkungan di komunitas mereka. Sementara itu, program Kewirausahaan Kripik Pepaya menginspirasi ibu-ibu di desa untuk mengembangkan keterampilan bisnis mereka, membuka jalan bagi kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan komunal. Kedua program ini secara keseluruhan mencerminkan komitmen KKN Posko 3 STAI Cendekia Insani dalam mendorong perubahan positif dan berkelanjutan di Desa Sliwung.

Melalui program-program ini, KKN Posko 3 STAI Cendekia Insani tidak hanya berkontribusi pada peningkatan lingkungan dan ekonomi desa, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab di kalangan masyarakat. Baik program Ecobrick maupun Kewirausahaan Kripik Pepaya telah menciptakan dampak yang berarti, dari mengedukasi generasi muda tentang keberlanjutan lingkungan hingga memberdayakan perempuan desa dalam kewirausahaan. Hasilnya, program KKN ini menjadi contoh nyata dari bagaimana pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dapat saling melengkapi dalam menghasilkan perubahan sosial yang positif dan berkelanjutan.

*Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan